Thursday, December 15, 2011

Pesan Syirik Masa Kini




Coba ya kita buktikan, insya Allah, dan bacalah: "Bismillahirahmanirrahim: Innaka la minal mursalin 'ala shiratimmustaqim tanzilal azizir rahim litunziraqaumamma unzira aba uhum fahum ghafilun". Tolong kirim potongan ayat dr surat Yasin ini, minimal kpd 13 orng. Insya Allah dlm 2 jam kmudian anda akn mendengar kbr baik & mndpat kbahagiaan. Demi Allah & jgn dhpus seblum dsebar ya, kita berbagi doa ke sesama muslim = 2jm sesudh kt laksnakan, trnyata rizki datang...


Aneh bln Desember th 2011 punya: 5 hari Jumat, 5 hari Sabtu dan 5 hari kamis. Silakan dicek. Hal ini hanya terjadi setiap 823 tahun. Tahun ini disebut "Kantong Uang" berdasarkan Feng Shui di China . Menarik 'kan? - Silakan baca terus! Tahun ini akan kita alami empat tanggal yg luar biasa, yaitu: 1/1/11, 1/11/11, 11/1/11, 11/11/11 Dan bukan itu saja...Ambil dua digit terakhir dari tahun kelahiran Anda, lalu ditambah usia anda dlm tahun ini. Hasilnya pasti 111. Ini berlaku utk semua orang di seluruh dunia. Aneh tapi Benar! Krn Tahun ini adalah Tahun Uang/Money!!! Kata Feng Shui di China : Apabila Anda meneruskan info penting ini minimal kpd delapan teman baik Anda, uang akan muncul spt Air dlm 4 hari mendatang sbg rezeki Anda. Mereka yg tidak melanjutkan info penting ini tidak akan apa2, hanya tidak akan menerima Uang/Money. Sangat misterius, tapi boleh dicoba toh tdk ada ruginya! Good luck...

Pesan seperti di atas, sering kita terima melalui SMS ataupun BBM. Terkesan unik dan terkesan memberi pencerahan di saat kita tengah sibuk menikmati jamuan rutinitas duniawi. Kita akan memperoleh keberuntungan dengan menyebarkan pesan tersebut dan bahkan sebaliknya, ada pesan yang sedikit memberikan ancaman apabila kita mendiamkan pesan tersebut. Namun pada sebagian kita mungkin juga ada yang tak peduli dengan pesan tersebut, cuek karena memang seringnya kita melihat pesan-pesan yang serupa.

Namun, terlepas dari niat Si Pembuat pesan tersebut yang mungkin berniat untuk menasihati, memberikan hiburan dan niat-niat baik yang lainnya. Melalui tulisan ini penulis ingin menyampaikan bahwa pesan-pesan tersebut mengandung kesyirikan, mengandung pesan untuk kita mencari tuhan selain Allohu ta’ala.

Mengapa demikian?

Perhatikan di setiap ujung pesannya, pesan yang menjanjikan rezki, yang menjanjikan keberuntungan apabila kita menyebarkan pesan tersebut.

Lalu di mana letak kesyirikannya?

Jika kita Muslim, jika kita Mukmin, maka tentu kita harus paham bahwa salah satu konsekuensi logis dari ikrar kita yang menyatakan tidak ada Rabb selain Allohu ta’ala adalah kita mengakui bahwa Alloh-lah satu-satunya Pencipta kita, Dialah yang kemudian memberi rezeki pada seluruh makhlukNya, Dialah satu-satunya pemilik hukum atau aturan yang wajib kita taati dan kita tidak boleh tawar-tawar lagi.

Perhatian firman Alloh berikut ini:

“Katakanlah, 'Siapakah Tuhan langit dan bumi?' Jawabnya, 'Allah'…” (QS. Ar-Ra’d [13] : 16)

“Allah menciptakan segala sesuatu…” (QS. Az-Zumar [39] : 62)

“Dan tidak ada suatu binatang melatapun di muka bumi melainkan Allah-lah yang
memberinya rizkinya…” (QS. Hud [11] : 6)

Maka ketika ada sesuatu atau hal selain Alloh dan selain perintahNya yang kemudian dengannya kita meyakini akan mendapatkan rizki dan sebagainya. Maka sesungguhnya kita telah memindahkan hak Alloh sebagai Rabb kita kepada sesuatu atau hal tersebut. Sekadar meyakini saja merupakan hal yang bathil, hal yang syirik kepadaNya, apalagi setelah meyakini hal tersebut kemudian kita menyebarluaskannya? Yah…kita sedang mendakwahkan kesyirikan.

Mungkin sebagian dari kita menganggap tulisan ini berlebihan, sebab tidak ada maksud ke arah kesyirikan sebagaimana penulis uraian di atas. Mungkin juga sebagian di antara kita hanya bermaksud iseng menyebarkan, iseng menghibur kawan yang lain dengan pesan tersebut, atau bahkan memang sedikit “takut” jika tidak menyebarkan pesan tersebut akan benar terjadi sesuatu atau lebih parahnya malah sebaliknya yaitu “untung-untungan” siapa tahu pesan tersebut benar akan membawa keberuntungan.

Jika memang demikian, sesungguhnya kita berada dalam tepi jurang api Neraka yang mengerikan. Karena sesungguhnya, kita telah menjadi Muslim yang belum paham benar ketauhidan dan karena sesungguhnya kita telah menjadi Muslim yang belum paham kandungan sesungguhnya kalimat syahadat yang sering kita ucapkan.

Padahal jika Alloh telah mengatakan:

“Dan tidak akan Aku ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepadaKu.” (QS. Adz-Dzaariyat [51] : 56)

Maka sesungguhnya, sesuatu yang berkaitan dengan pengakuan penyembahan kita yang hanya semata-mata kepadaNya adalah sesuatu hal yang mutlak. Karena itu menjadi tujuan utama kita di dunia ini. Dan logikanya, barang siapa yang menjadikan tujuan utamanya itu sebagai bahan bercandaan, iseng dan sesuatu yang diragukan, bukankah itu menjadi sesuatu hal yang membahayakan bagi dirinya?

Pembaca yang dirahmati Alloh...

Hendaknya kita sangat berhati-hati dalam hal ini. Karena sesungguhnya inilah hal yang sangat menentukan nasib kita di akhirat kelak. Diterima dan tidak diterimanya amal kita sangat tergantung dengan bagusnya hal ini. Hal ini pulalah yang menjadi pembeda antara Islam dengan agama-agama palsu yang lain.

Di akhir zaman yang penuh fitnah ini, mari kita kuatkan ilmu kita. Mari kita kuatkan pengetahuan tentang tauhid kita secara benar. Dan kemudian kita aplikasikan dengan nyata di setiap sisi kehidupan kita. Tak terkecuali bagaimana menghadapi pesan kesyirikan masa kini. Jangan diamkan pesan itu, karena sesungguhnya Anda telah mendiamkan sesuatu yang mampu membunuh tujuan penghambaan kaum Muslimin. Mari kita balas dengan ikhlas ingin berdakwah, santun dan tegas. Nyatakn bahwa hal itu adalah hal musyrik yang tidak patut untuk disebarluaskan...!

“Ya Alloh kami memohon kepadaMu ilmu dan petunjuk agar mampu melawan segala arus kesyirikan di akhir zaman ini. Kumpulkanlah kami dengan hamba-hambaMu yang sholeh dan yang lurus bertauhid kepadaMu. Jadikan setiap gerak hidup kami adalah wujud penghambaan yang benar kepadaMu hingga akhir nafas terakhir pemberianMu. Aamiin.

Wallahu ‘alam.

Sunday, December 11, 2011

Jilbab Punuk Onta




Beginilah Gambar Perempuan Yang Kepalanya Ibarat Punuk Onta, Yang Disebutkan Oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam Dalam Hadits Shahih Riwayat Imam Muslim dan Lainnya Bahwasanya Mereka Tidak Akan Masuk Surga dan Tidak Akan Mencium Bau Wangi Surga, Padahal Bau Wangi Surga Bisa Dicium Dari Jarak Yang Sangat Jauh..






Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda”

( صنفان من أهل النار لم أرهما قوم معهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس ونساء كاسيات عاريات مائلات مميلات رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة لايدخلن الجنة ولا يجدن ريحها وان ريحها لتوجد من مسيرة كذاوكذا )
رواه أحمد ومسلم في الصحيح .



“Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku melihat keduanya,

1. Kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi untuk mencambuk manusia [maksudnya penguasa yang dzalim],



2. dan perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang, cenderung kepada kemaksiatan dan membuat orang lain juga cenderung kepada kemaksiatan. Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang berlenggak-lenggok. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu [jarak jauh sekali]”.

(HR. Muslim dan yang lain).

Penjelasan Hadits Menurut Para Ulama:

Imam An Nawawi dalam Syarh-nya atas kitab Shahih Muslim berkata:

“Hadis ini merupakan salah satu mukjizat Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam. Apa yang telah beliau kabarkan kini telah terjadi…

Adapun “berpakaian tapi telanjang”, maka ia memiliki beberapa sisi pengertian.

Pertama, artinya adalah mengenakan nikmat-nikmat Allah namun telanjang dari bersyukur kepada-Nya.

Kedua, mengenakan pakaian namun telanjang dari perbuatan baik dan memperhatikan akhirat serta menjaga ketaatan.

Ketiga, yang menyingkap sebagian tubuhnya untuk memperlihatkan keindahannya, mereka itulah wanita yang berpakaian namun telanjang.

Keempat, yang mengenakan pakaian tipis sehingga menampakkan bagian dalamnya, berpakaian namun telanjang dalam satu makna.

Sedangkan “maa`ilaatun mumiilaatun”, maka ada yang mengatakan: menyimpang dari ketaatan kepada Allah dan apa-apa yang seharusnya mereka perbuat, seperti menjaga kemaluan dan sebagainya.

“Mumiilaat” artinya mengajarkan perempuan-perempuan yang lain untuk berbuat seperti yang mereka lakukan.

Ada yang mengatakan, “maa`ilaat” itu berlenggak-lenggok ketika berjalan, sambil menggoyang-goyangkan pundak.

Ada yang mengatakan, “maa`ilaat” adalah yang menyisir rambutnya dengan gaya condong ke atas, yaitu model para pelacur yang telah mereka kenal.

“Mumiilaat” yaitu yang menyisirkan rambut perempuan lain dengan gaya itu.

Ada yang mengatakan, “maa`ilaat” maksudnya cenderung kepada laki-laki.

“Mumiilaat” yaitu yang menggoda laki-laki dengan perhiasan yang mereka perlihatkan dan sebagainya.

Adapun “kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta”, maknanya adalah mereka membuat kepala mereka menjadi nampak besar dengan menggunakan kain kerudung atau selempang dan lainnya yang digulung di atas kepala sehingga mirip dengan punuk-punuk unta. Ini adalah penafsiran yang masyhur.

Al Maaziri berkata: dan mungkin juga maknanya adalah bahwa mereka itu sangat bernafsu untuk melihat laki-laki dan tidak menundukkan pandangan dan kepala mereka.

Sedang Al Qoodhiy memilih penafsiran bahwa itu adalah yang menyisir rambutnya dengan gaya condong ke atas. Ia berkata: yaitu dengan memilin rambut dan mengikatnya ke atas kemudian menyatukannya di tengah-tengah kepala sehingga menjadi seperti punuk-punuk unta.

Lalu ia berkata: ini menunjukkan bahwa maksud perumpamaan dengan punuk-punuk unta adalah karena tingginya rambut di atas kepala mereka, dengan dikumpulkannya rambut di atas kepala kemudian dipilin sehingga rambut itu berlenggak-lenggok ke kiri dan ke kanan kepala.

Fatwa Syaikhuna Fadlilatusy Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin rahimahullah:


Pertanyaan :

السؤال : هل ما تفعله بعض النسوة من جمع شعورهن على شكل كرة في مؤخرة الرأس ، هل يدخل في الوعيد : ” نساء كاسيات عاريات … رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة لا يدخلن الجنة ….” ؟



Apakah perbuatan yang dilakukan sebagian wanita berupa mengumpulkan rambut menjadi berbentuk bulat (menggelung/menyanggul) di belakang kepala, masuk ke dalam ancaman dalam hadits :
نساء كاسيات عاريات … رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة لا يدخلن الجنة …“…Wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang… kepala-kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk surga…“ ?

Jawaban :

الجواب :
أما جمع المرأة رأسها للشغل ، ثم بعد ذلك ترده ، فهذا لا يضر ، لأنها لا تفعل هذا زينة أو تجملا ، لكن للحاجة ، وأما رفعه وجمعه على سبيل التزين ، فإن كان إلى فوق فهو داخل في النهي ، لقوله صلى الله عليه وسلم : [ رؤوسهن كأسنمة البخت …] ، والسنام يكون فوق.



Adapun jika seorang wanita menggelung rambutnya karena ada kesibukan kemudian mengembalikannya setelah selesai, maka ini tidak mengapa, karena ia tidak melakukannya dengan niat berhias, akan tetapi karena adanya hajat/keperluan.
Adapun mengangkat dan menggelung rambut untuk tujuan berhias, jika dilakukan ke bagian atas kepala maka ini masuk ke dalam larangan, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam :
رؤوسهن كأسنمة البخت …“…kepala-kepala mereka seperti punuk unta…”, dan punuk itu adanya di atas…“
Sumber : “Liqo’ Bab al-Maftuh” kaset no. 161.

Fatwa Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah:


Pertanyaan :

لسائل: ما حكم جمع المرأة لشعرها فوق رَقَبَتِهَا وخلف رأسها بحيث يعطي شكلاً مكوراً مع العلم بأن المرأة حين تتحجب يظهر شكل الشعر من خلف الحجاب ؟.

Apa hukum seorang wanita mengumpulkan (menggelung/sanggul) rambutnya di atas lehernya dan di belakang kepalanya yang membentuk benjolan sehingga ketika wanita itu memakai hijab, terlihat bentuk rambutnya dari belakang hijabnya?

Jawaban :

الشيخ: هذه خطيئة يقع فيها كثير من المتحجبات حيث يجْمَعْن شعورهن خلف رؤوسهن فَيَنْتُؤُ من خلفهن ولو وضعن الحجاب من فوق ذلك، فإن هذا يخالف شرطا من شروط الحجاب التي كنت جمعتها في كتابي حجاب المرأة المسلمة من الكتاب والسنة ومن هذه الشروط ألا يحجم الثوب عضوا أو شيئا من بدن المرأة،فلذلك فلا يجوز للمرأة أن تكور خلف رأسها أو في جانب من رأسها شعر الرأس بحيث أنه يَنْتُؤُ هكذا فيظهر للرأي ولو بدون قَصْدٍ أنها مشعرانية أو أنها خفيفة الشعر يجب أن تسدله ولا تُكَوِمَهُ .





Ini adalah kesalahan yang terjadi pada banyak wanita yang memakai jilbab, dimana mereka mengumpulkan rambut-rambut mereka di belakang kepala mereka sehingga menonjol dari belakang kepalanya walaupun mereka memakai jilbab di atasnya. Sesungguhnya hal ini menyelisihi syarat hijab yang telah kukumpulkan dalam kitabku “Hijab al-Mar’ah al-Muslimah minal Kitab was Sunnah”.
Dan diantara syarat-syarat tersebut adalah pakaian mereka tidak membentuk bagian tubuh atau sesuatu dari tubuh wanita tersebut, oleh karena itu tidak boleh bagi seorang wanita menggelung rambutnya dibelakang kepalanya atau disampingnya yang akan menonjol seperti itu, sehingga tampaklah bagi penglihatan orang walaupun tanpa sengaja bahwa itu adalah rambut yang lebat atau pendek. Maka wajib untuk mengurainya dan tidak menumpuknya.

Sumber : “Silsilatul Huda wan Nur“.





Fatwa ‘Al-Lajnah Ad-Da’imah’ 2/27:







Pertanyaan:





” السؤال : هل يجوز أن نعتقد كفر النساء الكاسيات العاريات لقول النبي صلى الله عليه وسلم : ( لا يدخلن الجنة ولا يجدن ريحها ) الحديث ؟







Apakah boleh kita berkeyakinan tentang kafirnya para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam: “Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu [jarak jauh sekali” (Al-Hadits)?.









والجواب :
يكفر من اعتقد حل ذلك منهن بعد البيان والتعريف بالحكم ، ومن لم تستحل ذلك منهن ولكن خرجت كاسية عارية فهي غير كافرة ، لكنها مرتكبة لكبيرة من كبائر الذنوب ، ويجب الإقلاع عنها ، والتوبة منها إلى الله ، عسى أن يغفر الله لها ، فإن ماتت على ذلك غير تائبة فهي تحت مشيئة الله كسائر أهل المعاصي ؛ لقول الله عز وجل : ( إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ) ” انتهى.

Jawaban:

Siapa saja yang meyakini akan halalnya hal itu dari kalangan para wanita padahal telah dijelaskan kepadanya [kalau tidak halal] dan diberi pengertian tentang hukumnya, maka ia kafir.



Adapun yang tidak menghalalkan hal itu dari kalangan para wanita akan tetapi ia keluar rumah dalam keadaan berpakaian tapi telanjang, maka ia tidak kafir, akan tetapi ia terjerumus dalam dosa besar, yang harus melepaskan diri darinya dan taubat daripadanya kepada Allah, semoga Allah mengampuninya. Jika ia mati dalam keadaan belum bertaubat dari dosanya itu maka ia berada dalam kehendak Allah sebagaimana layaknya para ahli maksiat; sebagaimana firman Allah Azza Wa Jalla:



“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya”. (QS. An-Nisaa’: 48). Selesai. Fatwa ‘Al-Lajnah Ad-Da’imah’ 2/27.

Kesimpulan:

Maksud dari hadits “kepala mereka seperti punuk onta”, adalah wanita yang menguncir atau menggulung rambutnya sehingga tampak sebuah benjolan di bagian belakang kepala dan tampak dari balik hijabnya .



Ancaman yang sangat keras bagi setiap wanita yang keluar rumah menonjolkan rambut yang tersembunyi di balik hijabnnya dengan ancaman tidak dapat mencium bau wangi surga, padahal bau wangi surga bisa dicium dari jarak yang sangat jauh.



Apabila telah ada ketetapan dari Allah baik berupa perintah atau pun larangan, maka seorang mukmin tidak perlu berpikir-pikir lagi atau mencari alternatif yang lain. Terima dengan sepenuh hati terhadap apa yang ditetapkan Allah tersebut dalam segala permasalahan hidup.



“Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” [QS. Al-Ahzab: 36 ]



“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu ..”



[Q.S. Al Hujaraat : 15]



Kalau kita cermati dengan seksama maka akan jelas sekali bahwa saat ini banyak kaum wanita yang telah melakukan apa yang dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam dalam hadits tersebut, yaitu memakai jilbab yang dibentuk sehingga mirip punuk onta. Kalau berjilbab seperti ini saja tidak masuk surga, bagaimana pula yang tidak berjilbab?



Inti dari larangan dalam hadits tersebut adalah bertabarruj, yaitu keluar rumah dengan berdandan yang melanggar aturan syari’at dan berjilbab yang tidak benar sebagaimana firman Allah:



“dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu (bertabarruj) berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu“. (QS. Al-Ahzaab: 33).



Adapun ketika dirumah dan dihadapan suami, maka para isteri diperbolehkan berdandan dengan cara apa saja yang menarik hati suaminya, bahkan tanpa mengenakan sehelai kainpun juga boleh, tidak haram, bahkan berpahala.



Semoga jelas dan bermanfaat..




Perempuan Yang Tidak Berjilbab Dengan Jilbab Sesuai Aturan Syari’at Bukan Hanya Rusak Untuk Dirinya Sendiri, Akan Tetapi Juga Merusak Orang Lain?!!





Berjilbab Dengan Benar.. Tubuh Ditutup Jilbab dan Hati Dihiasi Akhlakul Karimah.. Tidak Ada Alasan Memperbaiki Hati Dulu Sebelum Berjilbab.. Yang Benar Adalah Keduanya Wajib Dikerjaan Bersamaan; Tubuh Di Jilbab-in dan Hati Di Bener-in.. Selamatkan Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka.. Mulailah dari Sekarang Sebelum Terlambat.. Sebelum Ajal Datang Menjemput.. Sesal Dahulu Pendapatan, Sesal Kemudian Tiada Guna.. BerIslam Secara Total [Kaaffah] dan Tidak Setengah-Setengah.. Allah Mencintai Anda.. Allah Meridhai Anda.. Allah Memberikan Barokah Kepada Anda.. Carilah Ridha Allah dan Jangan Takut Hinaan Manusia.. Jangan Terbalik, Mencari Ridha Manusia Padahal Mendatangkan Murka Allah.. Anda Bisa dengan Pertolongan Allah.. Mulailah dari Sekarang.. Mulailah dari Sekarang.. Mulailah dari Sekarang.. Sebelum Terlambat!!!.. Sebelum Menyesal!!.. Mantapkan Hatimu.. Melangkahlah.. Allah Menolongmu.. Allah Membantumu.. Allah Bersamamu.. Bismillah Tawakkaltu ‘Alallooh…

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
( Al-Qur’an Surat 33 Al-Ahzaab Ayat 59).